Selasa, 01 Februari 2022
Rabu, 03 Februari 2021
SPSS Langsung Gunakan tanpa install (Compability)
Pastikan java pada PC anda telah terinstall..
Setelah donwload file diatas, maka carilah file "stats.exe" dan langsung klik pada file tersebut. maka SPSS akan berjalan
Jika belum memiliki java, bisa akses link dibawah ini untuk donwload java.
Donwload Java
Kamis, 01 Oktober 2020
Install filmora9
Untuk link download ada dibawah ini ya..
Untuk cara install sudah termasuk dalam satu file
Terimakasih
Kamis, 03 September 2020
POTO BERSAMA
030920 kebersamaan baru yang muncul setelah sekian lama pada pergi ke kampung halaman. Semoga bisa menjadi kenangan yang tak kan terlupakan.
Selasa, 31 Maret 2020
FILE RPP dan lain lain
untuk mendownload silahkan klik dibawah.. untuk password silahkan melampirkan email di kolom komentar
donwload
donwload
Selasa, 03 Desember 2019
Kunjungan depot di Valencia dan kemajuan
Kunjungan dan survey ke depot air di mendalo ( kemajuan dan Valencia
Bagaimana cara pembunuhan kuman pada pengolahan air minum isi ulang?
Berdasarkan hasil survey yang telah saya lakukan dibeberapa depot air minum isi ulang yang berada di Mendalo yaitu Kemajuan dan Valencia. Pada depot pertama didaerah kemajuan menggunakan air baku berupa air sumur bor. Sedangkan depot kedua di daerah Valencia menggunakan air baku berupa air PDAM.
Untuk cara pembunuhan kuman pada kedua depot tersebut menggunakan bantuan sinar UV(Ultraviolet). Dimana cara kerja alat sinar UV ialah ketika sinar ultraviolet melepaskan foton yang diserap oleh DNA mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan DNA sehingga proses replikasi DNA akan terhambat. Pada keadaan ini, mikroorganisme akan mati secara perlahan karena tidak dapat mengatur metabolisme sel dan tidak dapat berkembang biak.
Apa saja informasi yang telah kami dapatkan?
Apa saja informasi yang telah kami dapatkan?
2. Berapa pH air didepot tersebut dan bagaimana cara pengaturannya?
Depot ke-
|
Daerah
|
pH
|
1
|
Kemajuan
|
7,2
|
2
|
Valencia
|
6,9
|
Untuk cara pengukuran dan pengaturan pH, para pemilik depot tidak mengetahui secara pasti bagaimana cara pengukurannya menggunakan bahan apa. Namun pemilik mengatakan pengukuran pH dilakukan oleh pihak BPOM yang dilakukan setiap 6 bulan sekali.
3. Apa saja Mineral yang terkandung didalam air gallon dan fungsi dari masing-masing mineral?
Jawaban :
![]() |
| Filter Air |
a. KALSIUM
Fungsinya:
Menjaga kesehatan tulang dan gigi
Memiliki peran penting dalam proses kontraksi
Memiliki peran dalam relaksasi otot dan pembekuan darah
Menunjang imunitas tubuh
b. SODIUM
Fungsinya:
Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh
Berperan sebagai alat angkut zat gizi
Menopang transmisi saraf, absorpsi glukosa dan kontraksi otot
c. KALIUM
Fungsinya:
Membantu pembentukan organ dalam tubuh dan jaringan
Membantu pembentukan sel
d. BIKARBONAT
Fungsinya:
Mendukung proses pencernaan dalam perut
Memelihara keseimbangan keasaman darah
e. FLUORIDA
Fungsinya:
Menjaga kekuatan tulang
Menjaga gigi dari pembentukan karies
f. NATRIUM
Fungsinya:
Menjaga keseimbangan cairan tubuh
g. ZINC
Fungsinya:
Membantu kerja enzim dalam tubuh
Menjaga daya tahan tubuh dan fungsi saraf otak
h. MAGNESIUM
Fungsinya:
Sebagai zat pembentuk sel darah merah
Rabu, 23 Oktober 2019
Pemanasan Global
apakah anda pernah merasakan bahwa teriknya matahari pada siang hari pada tahun 2003 dengan tahun 2019 ini berbeda? manakah Yang lebih panas?
ya.. tepat sekali pada tahun 2019 inilah yang lebih panas. Lalu, mengapa hal itu terjadi? yuk kita bahas...
apakah anda sering mendengar kata Pemanasan Global ? apa sih pemanasan global tu?
- kata Wikipedia Pemanasan Global ialah proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.
- kata lingkungan hidup.co Pemanasan Global adalah kondisi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih.
- kata studio belajar Pemanasan Global adalah memanasnya iklim bumi secara umum.
nah dari ketiga sumber tersebut dapat kita simpulkan bahwa Pemanasan Global adalah naiknya/ meningkatnya derajat kepanasan yang tejadi pada atmosfer, permukaan bumi dan juga laut akibat gas rumah kaca yang berlebih.
lalu apa saja gas rumah kaca itu? gas rumah kaca adalah penyumbang terbesar dari pemanasan global ini. apa saja bentuk kontribusi gas rumah kaca? setiap penyebab bertambahnya efek rumah kaca juga berkontribusi langsung terhadap pemanasan global seperti:
- Sumber energi. Pembangkit listrik terbesar adalah dengan menggunakan batu bara dan minyak bumi.
- Transportasi. Karena kendaraan menggunakan bahan bakar fosil, maka gas yang dihasilkan adalah berupa CO2 . gas ini juga merupakan penyumbang dari pemanasa global.
- Industi ternak sapi. Hal ini yang dimaksud adalah gas yang dibuang oleh sapi yaitu metana yang merupakan dampak dari pemanasan global
- Industri Pertanian. Pupuk yang digunakan melepas gas nitrous oksida yang merupakan dampak dari pemanasan global
- limbah indsutri dan rumah tangga.
Mengukur Kebisingan di Jalan Raya
Kebisingan merupakan tingkat bunyi yang tidak dikehendaki, merupakaan sumber bahaya.
pada kali ini dilakukan pengukuran di tepi jalan raya.
untuk menentukan kebisingan dapat ditentukan dengan rumus :
Ket: Leq = Tingkat kebisingan ekivalen
N = Jumlah total sampel
ni = Tingkatan sampel
Li = SPL sampel ke i
hasil data
5 74
10 72
15 68
20 69
25 68
30 64
35 66
40 73
45 72
50 65
55 71
60 73
65 72
70 70
75 75
80 79
85 70
90 70
95 67
100 75
105 69
110 76
115 78
120 70
125 68
130 66
135 59
140 63
145 68
150 68
155 73
160 69
165 74
170 71
175 67
180 70
185 77
190 74
195 74
200 70
205 69
210 66
215 74
220 72
225 67
230 71
235 78
240 69
245 69
250 79
255 76
260 70
265 77
270 73
275 75
280 76
285 78
290 82
295 83
300 78
L20 = 83 dBA n = 1 L19 = 82 dBA n = 1 L18 = 79 dBA n = 2 L17 = 78 dBA n = 4 L16 = 77 dBA n = 2 L15 = 76 dBA n = 3 L14 = 75 dBA n = 3 L13 = 74 dBA n = 5 L12 = 73 dBA n = 4 L11 = 72 dBA n = 4 L10 = 71 dBA n = 3 L9 = 70 dBA n = 7 L8 = 69 dBA n = 6 L7 = 68 dBA n = 5 L6 = 67 dBA n = 3 L5 = 66 dBA n = 3 L4 = 65 dBA n = 1 L3 = 64 dBA n = 1 L2 = 63 dBA n = 1 L1 = 59 dBA n = 1
Leq= 10 Log [ . 1 60 (2614806879)]
= 10 Log (43580114, 6)
= 76, 39 dB
pada kali ini dilakukan pengukuran di tepi jalan raya.
untuk menentukan kebisingan dapat ditentukan dengan rumus :
Ket: Leq = Tingkat kebisingan ekivalen
N = Jumlah total sampel
ni = Tingkatan sampel
Li = SPL sampel ke i
hasil data
5 74
10 72
15 68
20 69
25 68
30 64
35 66
40 73
45 72
50 65
55 71
60 73
65 72
70 70
75 75
80 79
85 70
90 70
95 67
100 75
105 69
110 76
115 78
120 70
125 68
130 66
135 59
140 63
145 68
150 68
155 73
160 69
165 74
170 71
175 67
180 70
185 77
190 74
195 74
200 70
205 69
210 66
215 74
220 72
225 67
230 71
235 78
240 69
245 69
250 79
255 76
260 70
265 77
270 73
275 75
280 76
285 78
290 82
295 83
300 78
L20 = 83 dBA n = 1 L19 = 82 dBA n = 1 L18 = 79 dBA n = 2 L17 = 78 dBA n = 4 L16 = 77 dBA n = 2 L15 = 76 dBA n = 3 L14 = 75 dBA n = 3 L13 = 74 dBA n = 5 L12 = 73 dBA n = 4 L11 = 72 dBA n = 4 L10 = 71 dBA n = 3 L9 = 70 dBA n = 7 L8 = 69 dBA n = 6 L7 = 68 dBA n = 5 L6 = 67 dBA n = 3 L5 = 66 dBA n = 3 L4 = 65 dBA n = 1 L3 = 64 dBA n = 1 L2 = 63 dBA n = 1 L1 = 59 dBA n = 1
Leq= 10 Log [ . 1 60 (2614806879)]
= 10 Log (43580114, 6)
= 76, 39 dB
Mengukur Intensitas Cahaya Pada Ruang Belajar

Sumber : Goggle
terlihat pada tabel bahwa pada ruang kerja/ belajar, tingkat pencahyaan yang diperlukan ialah sekitar 120-205 lux. nah pada kali ini saya akan mencoba mengukur intensitas pada ruangan dimana saya belajar.
Percobaan Pertama
Percobaan 2
Percobaan 3
dari ketiga percobaan tersebut nilau rata-rata lux adalah (14+17+16)/3 yaitu 15,67. hasil yang diperoleh sangat jauh berbeda dengan standar yang diharapkan. hasil yang diperoleh hanya ((120-15,67)/120)x 100% = 0,87% dari standar yang diharapkan
Rabu, 02 Oktober 2019
Reklamasi dan Rehabilitasi Tanah Akibat Tsunami
Reklamasi dan Rehabilitasi Tanah Akibat Tsunami
Kecamatan Lhoknga adalah wilayah
kabupaten Aceh Besar yang pada saat 26 Desember 2004 silam yang mengalami
tsunami besar. Tsuanami tersebut termasuk
kategori wilayah kerusakan yang parah dengan intensitas kerusakan antara
60-75%. Sebagian besar areal pertanian terutama lahan persawahan, peka-rangan,
dan tegalan, tidak dapat difungsikan lagi karena telah tertimbun oleh sampah
dan sedimen serta bahan-bahan reruntuhan Gedung atau perumahan. Masalah utama
yang berhubungan dengan kualitas lahan yang terkena dampak tsunami adalah
meningkatnya salinitas tanah, ketebalan sedimen, menurunnya kualitas air, dan
buruknya sistem sanitasi lingkungan. hasil investigasi terhadap dampak dan
analisis sifat-sifat tanah, maka pola pemanfaatan lahan pertanian di Kecamatan
Lhoknga dapat diarahkan sebagai berikut :
Lahan
Kelas A (Low damaged area)
Kelas ini memiliki skor di bawah 8. Lahan dengan kelas
ini dianggap tidak ada masalah yang utama di dalam reklamasi. Pencucian garam
dapat dilakukan dengan cepat melalui curah hujan atau melalui pengaliran air
permukaan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lahan ini segera dapat
dimanfaatkan kembali untuk lahan pertanian dalam waktu kurang dari 3 bulan
tanpa intervensi yang berat.
Ø
Rehabilitas tanah
: Untuk menurunkan dan mengurangi tingkat salinitas tanah dapat digunakan bahan
amelioran seperti CaSO4, pupuk kandang, dan S elementer.
Lahan
Kelas B (Medium damaged area)
Lahan dengan kelas ini memerlukan intervensi khusus
dalam mereklamasi tanah untuk mengemba-likan sifat-sifat permukaan lahan
(permukaan lahan, lumpur, sedimen). Pencucian garam memerlukan air dalam jumlah
yang banyak baik melalui curah hujan atau pemanfaatan air dari sumber-sumber
yang lain. Tanpa rehabilitasi, lahan ini praktis tidak dapat dimanfaatkan.
Ø Rehabilitas Tanah : Lapisan sedimen peril
dipertimbangkan untuk dibuang dari lapisan tanah atas; perlu pencucian garam
pada lapisan atas dari profil tanah dengan air dari saluran irigasi dalam waktu
dan jumlah air yang banyak; perlu pembuatan bedengan untuk penanaman agar
memudahkan daam pengelolaan kelebihan garam/salinitas. Contoh penanaman yang
disarankan adalah terong, cabai, kacang tanah, padi, rumput gajah, nenas dan
kelapa.
Lahan
Kelas C (Highly damaged area)
Untuk kategori ini terdapat banyak rintangan untuk
memperbaikinya dan mungkin tidak dapat ditanam pada musim berikutnya. Pada
beberapa kasus, pemanfaatan lahan ini perlu didiskusikan lebih lanjut untuk
kemungkinan dilakukan konversi ke penggunaan lainnya atau perlu dicari
alternatif yang lain atau reorientasi.
Ø Rehabilitasi Tanah : perlu pencucian garam pada
lapisan atas dari profil tanah dengan air dari saluran irigasi dalam waktu dan
jumlah air yang banyak; perlu pembuatan bedengan untuk penanaman agar
memudahkan daam pengelolaan kelebihan garam/salinitas; perlu dipertimbangkan
konversi penggunaan ke bidang lain seperti usaha perikanan darat, atau tanaman
keras yang toleran seperti mangrove atau kelapa
Berikut
ini ialah rencana reklamasi atau rehabilitasi tanah (lahan) akibat tsunami di
Aceh :
A. Untuk Tanaman Padi Sawah
Ø Bersihkan permukaan lahan dari sampah dan kotoran yang
tertimbun tsunami
Ø Bagi lahan kepada petakan-petakan sawah seluas
kira-kira 25 m x 50 m atau 1.250 m2 per petak.
Ø Buat parit-parit pembuang sedalam 40 cm dengan lebar
sekitar 30 cm di sekitar petakan sawah untuk pencucian garam pada permukaan
lahan
Ø Lakukan pencucian garam dengan mengalirkan air irigasi
yang tersedia. Jumlah/volume kebutuhan pencucian garam dan lamanya genangan
perlu diteliti lebih jauh di lapangan dengan menggunakan metode Leaching
requirement (Ayers, 1994).
Ø Pada lahan kelas B, pencucian dapat dilakukan
berkali-kali, kemudian perlu diberi bahan amelioran berupa gipsum (CaSO4) dengan dosis
berkisar antara 2,0-5,0 ton ha-1.
Ø Setelah pencucian (ECs <0,50 mS cm-1), lakukan
pengolahan tanah sesuai keperluan
Ø Lahan siap ditanam, dan dianjurkan menggunakan padi
yang toleran dengan lahan salin (mis. IR-64).
B. Untuk Tanaman Lahan Kering
Setahun (Palawija)
Ø Bersihkan permukaan lahan dari sampah dan kotoran yang
tertimbun tsunami
Ø Buat pematang/bedengan tanam dengan dimensi lebar
30-60 cm dan kedalaman sekitar 40 cm dengan panjang sekitar 40-50 m.
Ø Alirkan air irigasi hingga menggenangi areal
tanam/bedengan dan biarkan hingga semalam.
Ø Besok harinya, keringkan areal untuk mencuci kelebihan
garam pada lapisan permukaan lahan. Ulangi pencucian hingga salinitas < 0,50
mS cm-1.
Ø Untuk mengefektifkan pencucian, tambahkan bahan
amelioran gipsum (CaSO4) dengan dosis berkisar antara 2,0-5,0 ton ha-1.
Ø Setelah pencucian (ECs <0,50 mS cm-1), lakukan
pengolahan tanah
Ø Lahan siap ditanam dan dianjurkan menggunakan
tanaman-tanaman yang toleran dengan lahan salin (misal: terong, kapas, cabai,
kacang tanah, ubi kayu, semangka, selada, bawang, dan sejenisnya).
C. Untuk Tanaman Lahan Kering
Tahunan
Ø Untuk tanaman tahunan yang toleran salinitas seperti
kelapa, setelah dilakukan pembersihan lahan, tanaman ini siap ditanam dengan
jarak tanam tertentu tanpa perlu upaya rehabilitasi/reklamasi.
Ø Namun, jika diinginkan dengan tanaman yang tidak
toleran, maka upaya reklamasi seperti pencucian, pemberian, gipsum (CaSO4), dan pupuk
kandang tetap diperlukan.
Ø Untuk tanaman mangrove, tidak perlu perbaikan lahan
yang berarti kecuali pada teknis penanaman saja yang perlu disesuaikan.
Terimakasih..
sumber :
Syakur, Basri H., Sufardi & Hatta M. 2012. Sifat Tanah dan Air yang Terpengaruh Tsunami di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Flotarek. (7). 1-12.
Rabu, 04 September 2019
HUJAN BUATAN
Bahan yang diperlukan untuk membuat hujan buatan adalah Urea, NaCl, dan CaCl.
- Urea digunakan untuk mengumpulkan awan-awan kelompok kecil menjadi kelompok besar.
Urea + H2O —- ion-ion – 425 K Cal (endoterm)
- NaCl dan CaCl adalah kumpula garam-garam itu di udara yang akan berperan sebagai titik pangkal pembentukan uap-uap atmosphere pada awan.
NaCl + H2O —- ion-ion + 910 K Cal (eksoterm)
CaCl2 + H2O — ion-ion + 915 K Cal (eksoterm)
Proses terbentuknya hujan buatan diawali dengan penaburan garam (NaCl dan CaCl) pada awan. tidak semua awan bisa ditaburkan agar bisa terjadi hujan buatan, hanya awan cumulus. Untuk mempercepat turunnya hujan buatan dengan memberi zat higroskopis
sebagai inti kondensasi. Garam-garaman seperti NaCl dan CaCl2 dalam
bentuk bubuk dengan hole 10-50 mikron, ternyata cukup higroskopis jika
disebarkan di udara. Garam-garam itu di udara akan berperan sebagai
titik pangkal pembentukan uap-uap atmosphere pada awan. Pembentukan
butir-butir atmosphere juga dapat dilakukan dengan penyebaran
garam-garaman tersebut.Tindakan selanjutnya adalah penaburan bubuk urea yang dilakukan beberapa jam setelah penyebaran garam-garaman tadi atau
setelah tumbuh awan-awan kecil secara berkelompok pada beberapa beberapa
tempat. Bubuk urea selain dapat membentuk awan lebih lanjut, juga
bersifat endotermi (menyerap panas) yang sangat baik bila bereaksi
dengan atmosphere atau uap air. Penyebaran bubuk urea di siang hari
dapat mendinginkan lingkungan sekitarnya sehingga kelompok-kelompok
kecil awan segera bergabung menjadi kelompok-kelompok besar.
Agar tepat sasaran, penyebaran sebaiknya dilakukan pada ketinggian 4000-7000 kaki dan juga dengan perhitugan arah mata angin. untuk penyebaran garam lebih baik dilakukan pada pukum 07.30 karena pada saat inilah proses pembentukan awan berlangsung. setelah garam yang ditabur terbentuk awan-awan kelompok kecil, pada pukul 12.00 ditaburkan urea agar awan kecil tersebut menjadi kelompok awan besar yang kehitam-hitaman. Perhitungan lainnya yang harus diperhatikan adalah faktor cuaca yang
memenuhi persyaratan, yaitu yang mengandung uap atmosphere dengan
kelembapan minimal 70%. Kelembapan harus memadai sehingga waktu inti
kondensasi (NaCl dan CaCl2) disebarkan akan segera terjadi kondensasi.
Kecepatan angin juga di daerah itu sekitar 10 knots dan tak terdapat
lapisan inversi di udara.
Mengapa harus berbahan dasar garam. Karena Sifat NaCl (garam dapur): berbentuk kristal, mudah larut dalam
atmosphere (36 g/100 ml atmosphere daripada 20°C), dalam bentuk bubuk
bersifat higroskopis, banyak terdapat di udara (dari atmosphere laut),
campuran NaCl dengan es cair mencapai -20°C. Sedangkan CaCl2 adalah
berbentuk kristal.
Garam dapur yang dimaksud bukanlah garam meja, tetapi adalah garam yang
mempunyai sifat higroskopis yang jauh lebih besar daripada garam meja,
sehingga garam meja tak dapat digunakan.
Rabu, 31 Juli 2019
Bangun sayang..
Buat yang lagi cari2 nada alarm manja.. ni aku share..
Source : Modus kalem Instagram
Klik donwload dibawah
DONWLOAD
Source : Modus kalem Instagram
Klik donwload dibawah
DONWLOAD
Senin, 10 Desember 2018
Keselamatan Kerja
Jenis-jenis bahaya, Tata tertib Laboratorium, dan kontrak keselamatan kerja
PPThttps://drive.google.com/file/d/1m0oOnU3ie8iZqj8jSvTM2uwIalmhdVqt/view?usp=sharing
Video
https://www.youtube.com/watch?v=aqC8ZFvoBD4&feature=youtu.be
MAKALAH PENGELOLAAN LABORATORIUM “KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM”
“KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM”
Dosen
Pengampu : Rahmadani, S.Pd., M.Pd
KELOMPOK
4
1. Dany
Tri Krismawanti (A1C317001)
2. Sri Sukma Ajeng Ningtyas (A1C317003)
3. Alexander
Yudha Abimantara (A1C317029)
4. Irene Fannysah Naibaho (A1C317065)
5. Nur Sela Felia Sari (A1C317057)
6. Dinda Aura Natasya (A1C317077)
PRODI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PNEDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah mengizinkan penulis untuk membuat sebuah makalah
Pengelolan laboratorium tentang keselamatan kerja laboratorium karena
ridhanya lah penulis dapat menerbitkan makalah ini.
Tidak lupa pula penulis mengucapkan
terima kasih kepada Allah SWT dan dan dosen pengampu ibu Rahmadani, S.Pd.,M.Pd. dan orang-orang yang
telah mendukung.
Dalam
penulisan makalah ini penulis mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang baru,
dan penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh
karena itu masukan dan saran sangat penulis perlukan untuk makalah ini.
Penulis
berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya dan
jadi pedoman bagi yang membacanya.
Wallahu a’lam bi
al-shawab
Jambi, November 2018
PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laboratorium adalah suatu tempat
dimana mahasiswa atau Praktikan, dosen, dan peneliti melakukan percobaan.
Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai kemungkinan
terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya
maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam
Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi
bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan
prosedur penggunaan alat yang akan digunakan .
Oleh karena itu, diperlukan
pemahaman dan kesadaran terhadap keselamatan dan bahaya kerja
dilaboratorium.Telah banyak terjadi kecelakaan ataupun menderita luka baik
yang bersifat luka permanen, luka ringan, maupun gangguan kesehatan dalam yang
dapat menyebabkan penyakit kronis maupun akut, serta kerusakan terhadap
fasilitas – fasilitas dan peralatan penunjang Praktikum yang sangat mahal
harganya. Semua kejadian ataupun kecelakaan kerja di laboratorium sebenarnya
dapat dihindari dan diantisipasi jika para Praktikan mengetahui dan selalu
mengikuti prosedur kerja yang aman di laboratorium.
Keselamatan dan
kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada
khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat
makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu
pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan
dan penyakit akibat kerja.
Pelaksanaan Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan
tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat
mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang
pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Keamanan laboratorium merupakan hal yang
penting, sebagai upaya keselamatan dalam melaksanakan pemeriksaan/praktikum di
laboratorium, dengan tujuan melindungi pekerja/praktikan dan orang disekitarnya
dari resiko terkena gangguan kesehatan yang ditimbulkan laboratorium.
Keselamatan
kerja dalam Laboratorium Fisika Keselamatan Keselamatan kerja di laboratori
laboratorium um adalah menyangkut keselamatan keselamatan orang yang melakukan
melakukan kegi kegiat atan an di labor laborat ator orium ium dan dan kese
kesela lama mata tan n alat alat-al -alat at labor laborat ator orium ium yang
yang digu diguna nakan kanny nya. a. Kesela Keselamat matan an kerja kerja di
labora laborator torium ium perlu perlu diperh diperhati atikan kan dalam dalam
rangka rangka mencega mencegah terjadi
terjadiny inyaa kecelakaan kerja bagi orang yang melakukan kegiatan atau
perkerjaan di laboratorium dan mencegah terjadinya kerusakan alat laboratorium
yang digunakannya. Untuk mencegah terjadinya terjadinya kecelakaan kecelakaan
kerja akibat kesalahan kesalahan cara dan prosedur prosedur melakukan tata
tertib tertib laboratori pekerjaan, maka
perlu diadakan tata laboratorium um dan
pedoman kegiatan laboratorium yang yang jelas, jelas, sedangk sedangkan
an untuk untuk menceg mencegah ah terjad terjadiny inyaa kerusa kerusakan kan
alat-a alat-alat lat labora laborator torium ium akibat akibat manual pengguna
penggunaan an alat alat dan penuntun
percobaan, kesalahan kesalahan pengoperasian pengoperasian alat-alat alat-alat
maka manual harus selalu tersedia bagi setiap yang akan menggunakan alat-alat
itu. Akan tetapi, walaupun segala upaya telah dilakukan, kecelakaan kerja dan
kerusakan alat tetap bisa terjadi. Untuk
mengatasi mengatasi kecelakan kerja dan kerusakan kerusakan alat yang terjadi
maka diperlukan alat keselamatan, dan alat-alat untuk perbaikan.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa saja jenis bahaya pada percobaan fisika ?
2. Bagaimana tata tertib guru dan siswa di dalam
laboratorium ?
3. Apa saja yang terdapat dalam kontrak keselamatan
kerja laboratorium ?
4. Bagaimana prosedur bekerja yang aman di
laboratorium ?
1.3 Tujuan
1.Dapat mengetahui jenis bahaya pada percobaan fisika
2. Dapat mengetahui tata tertib guru dan siswa di
dalam laboratorium
3. Dapat mengetahui kontrak keselamatan kerja
laboratorium
4. Dapat mengetahui prosedur bekerja yang aman di
laboratorium
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Keselamatan Kerja Laboratorium
Keselamatan dan Keamanan Kerja
atau laboratory safety (K3) memerlukan perhatian khusus , karena penelitian
menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja dengan intensitas yang
mengkawatirkan yaitu 9 orang/hari . Oleh karena itu K3 seyogyanya melekat pada
pelaksanaan praktikum dan penelitian di laboratorium.
Laboratorium adalah
tempat staf pengajar, mahasiswa dan pekerja lab melakukan eksprimen dengan
bahan kimia alat gelas dan alat khusus. Penggunaan bahan kimia dan
alat tersebut berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Pada umumnya kecelakan
kerja penyebab utamanya adalah kelalaian atau kecerobohan. Oleh karena itu
perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan cara membina
dan mengembangkan kesadaran (attitudes) akan pentingnya K3 di laboratorium.
Keselamatan
Kerja di Laboratorium, perlu diinformasikan secara cukup
(tidak berlebihan) dan relevan untuk mengetahui sumber bahaya di laboratorium
dan akibat yang ditimbulkan serta cara penanggulangannya. Hal tersebut perlu
dijelaskan berulang ulang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan yg
dimaksud termasuk orang yg ada disekitarnya.
2.2 Jenis
Bahaya Pada Percobaan Fisika
Bahaya adalah sumber, situasi, atau tindakan
yang dapat berpotensi menimbulkan cidera atau penyakit atau kombinasi keduanya.
Bekerja di laboratorium mengandung bahaya
berupa kecelakaan. Kecelakaan yamg sering terjadi di laboratorium berupa
kebakaran, kesakitan, kematian dan kerugian akibat kecelakaan ataupun kerusakan
peralatan laboratorium.
Untuk
menghindari dan meminimalkan kemungkinan terjadinya potensi bahaya di tempat
kerja, Pengenalan potensi bahaya di tempat kerja merupakan dasar
untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tenaga kerja, serta dapat dipergunakan
untuk mengadakan upaya-upaya pengendalian dalam rangka pencegahan penyakit
akibat kerja yang mungkin terjadi. Secara umum, potensi bahaya lingkungan kerja
dapat berasal atau bersumber dari berbagai faktor, antara lain : 1) faktor
teknis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau terdapat pada peralatan
kerja yang digunakan atau dari pekerjaan itu sendiri; 2) faktor
lingkungan, yaitu potensi bahaya yang berasal dari atau berada di dalam
lingkungan, yang bisa bersumber dari proses produksi termasuk bahan baku, baik
produk antara maupun hasil akhir; 3)faktor manusia, merupakan
potensi bahaya yang cukup besar terutama apabila manusia yang melakukan
pekerjaan tersebut tidak berada dalam kondisi kesehatan yang prima baik fisik
maupun psikis.
A. Jenis-jenis Bahaya dalam Laboratorium
Menurut Nuryani R (2005 : 142)
jenis-jenis bahaya dalam laboratorium diantaranya adalah ;
a.
Kebakaran,
sebagai akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut
organik, aseton, benzene, etil alcohol, etil eter, dll.
b. Ledakan,
sebagai akibat reaksi eksplosif dari bahan-bahan reaktif seperti oksidator.
c.
Keracunan
bahan kimia yang berbahaya, seperti arsen, timbal, dll.
d. Iritasi
yaitu peradangan pada kulit atau saluran pernapasan dan juga pada mata sebagai
kontak langsung dengan bahan-bahan korosif.
e.
Luka pada
kulit atau mata akibat pecahan kaca, logam, kayu dll
f.
Sengatan
listrik.
B. Beberapa sumber bahaya
dalam percobaan fisika di laboratorium dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Aliran Listrik
Penggunaan peralatan dengan daya yang besar akan memberikan
kemungkinan-kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan kerja. Beberapa faktor yang
harus diperhatikan antara lain:
(1). Pemakaian safety switches yang dapat memutus arus listrik
jika penggunaan melebihi limit/batas yang ditetapkan oleh alat.
(2). Improvisasi terhadap peralatan listrik harus memperhatikan standar
keamanan dari peralatan.
(3). Penggunaan peralatan yang sesuai dengan kondisi kerja sangat
diperlukan untuk menghindari kecelakaan kerja.
(4) Berhati-hati dengan air. Jangan pernah meninggalkan perkerjaan yang
memungkinkan peralatan listrik jatuh atau bersinggungan dengan air. Begitu juga
dengan semburan air yang langsung berinteraksi dengan peralatan listrik.
(5). Berhati-hati dalam membangun atau mereparasi peralatan listrik agar
tidak membahayakan penguna yang lain dengan cara memberikan keterangan tentang
spesifikasi peralatan yang telah direparasi.
(6). Pertimbangan bahwa bahan kimia dapat merusak peralatan listrik
maupun isolator sebagai pengaman arus listrik. Sifat korosif bahan kimia dapat
menyebabkan kerusakan pada komponen listrik.
(7). Perhatikan instalasi listrik jika bekerja pada atmosfer yang mudah
meledak. Misalnya pada lemari asam yang digunakan untuk pengendalian gas yang
mudah terbakar.
(8). Pengoperasian suhu dari peralatan
listrik akan memberikan pengaruh pada bahan isolator listrik. Temperatur sangat
rendah menyebabkan isolator akan mudah patah dan rusak. Isolator yang terbuat
dari bahan polivinil clorida (PVC) tidak baik digunakan pada suhu di
bawah 0 ºC. Karet silikon dapat digunakan pada suhu –50 ºC. Batas maksimum
pengoperasian alat juga penting untuk diperhatikan. Bahan isolator dari polivinil
clorida dapat digunakan sampai pada suhu 75 ºC, sedangkan karet silikon
dapat digunakan sampai pada suhu 150 ºC.
b. Keracunan
Keracunan akibat penyerapan zat kimia beracun (toxic) baik melalui oral maupun kulit. Keracunan dapat bersifat akut atau kronis. Akut artinya dapat memberikan akibat yang dapat dilihat atau dirasakan dalam waktu singkat. Misalnya, keracunan fenol dapat menyebabkan
diare dan keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan
pingsan
atau kematian dalam waktu singkat.
Kronis artinya pengaruh dirasakan setelah waktu yang
lama, akibat
penyerapan bahan kimia yang terakumulasi terus menerus. Contoh
menghirup
udara benzena, kloroform, atau karbon tetraklorida terus menerus dapat menyebabkan sakit hati (lever). Uap timbal dapat menyebabkan
kerusakan
dalam darah.
c. Api
Hampir semua laboratorium atau industri menggunakan bahan kimia dalam
berbagai variasi penggunaan termasuk proses pembuatan, pemformulaan atau
analisis. Cairan mudah terbakar yang sering digunakan dalam laboratorium atau
industri adalah hidrokarbon. Bahan mudah terbakar yang lain misalnya pelarut
organik seperti aseton, benzen, butanol, etanol, dietil eter, karbon disulfida,
toluena, heksana, dan lain-lain. Para pekerja harus berusaha untuk akrab dan
mengerti dengan informasi yang terdapat dalam Material Safety Data Sheets
(MSDS). Dokumen MSDS memberikan penjelasan tentang tingkat bahaya dari
setiap bahan kimia, termasuk di dalamnya tentang kuantitas bahan yang
diperkenankan untuk disimpan secara aman.
Sumber api yang lain dapat berasal dari senyawa yang dapat meledak atau
tidak stabil. Banyak senyawa kimia yang mudah meledak sendiri atau mudah
meledak jika bereaksi dengan senyawa lain. Senyawa yang tidak stabil harus
diberi label pada penyimpanannya. Gas bertekanan juga merupakan sumber
kecelakaan kerja akibat terbentuknya atmosfer dari gas yang mudah terbakar.
Kebakaran merupakan salah satu
bahaya di laboratorium. Berdasarkan klasifikasi oleh NFPA (National Fire
Protection Agency), api dapat diklasifikasikan menjadi:
1.
Kelas A,
yaitu jenis api biasa yang berasal dari kertas, kayu, atau plastic yang
terbakar
2.
Kelas B,
yaitu jenis api yang ditimbulkan oleh zat mudah terbakar dan mudah menyala
seperti bensin, kerosin, pelarut organic umum yang digunakan di laboratorium.
3.
Kelas C,
yaitu jenis api yang timbul dari peralatan listrik
4.
Kelas D,
yaitu jenis api yang timbul dari logam mudah menyala seperti magnesium,
titanium, kalium, dan natrium.
Jika terjadi
kebakaran, alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) yang digunakan
harus disesuaikan dengan penyebab timbulnya api. Beberapa jenis pemadam
kebakaran yang dapat digunakan adalah:
1.
Air (water
extinguisher); Sangat cocok untuk api kelas A, tetapi tidak cocok untuk api
kelas B, C, dan D.
2.
Uap air
(watermist extinguisher); Sangat cocok untuk api kelas A dan C
3.
Bahan kimia
kering (dry chemical extinguisher); Sangat berguna untuk api kelas A, B,
dan C dan merupakan pilihan terbaik untuk semua jenis kebakaran.
Jenis dray chemical extinguisher yang digunakan adalah:
a) Untuk api
kelas B dan C, bahan kimia yang digunakan mengandung natrium atau kalium
karbonat
b) Untuk api
kelas A, B, dan C, bahan kimia yang digunakan mengandung ammonium fosfat
4.
Karbondioksida
(CO2 extinguisher); Dipergunakan bagi api kelas B dan C pemadaman kebakaran
dari karbondioksida lebih baik dari dry chemichhal karena tidak
meninggalkan zat berbahaya sesudahnya. Paling baik digunakan untuk api yang
berasal dari listrik.
5.
Personal
Protective Equipment (PPE); Perlengkapan pelindung individu (personal
protective equipment) yang umumnya harus digunakan adalah jas laboratorium,
sarung tangan, masker, sepatu pengaman, dan pelindung mata.
2.3 Tata tertib guru dan
siswa di dalam laboratorium
SEBELUM PRAKTIKUM
1. Siswa wajib datang tepat
waktu.
2. Siswa tidak diperkenankan
masuk ke ruang Laboratorium tanpa seizin guru.
3. Siswa diperkenankan masuk
ke ruang Laboratorium setelah semua peralatan siap dan dalam kondisi layak
digunakan.
4. Siswa yang terlambat
kurang dari 15 menit diperkenankan memasuki Laboratorium setelah mendapat izin
dari guru.
5. Siswa yang terlambat lebih
dari 15 menit tidak diperkenankan memasuki Laboratorium (kecuali alasan
tertentu).
6. Siswa tidak diperkenankan
membawa makanan/ minuman ke ruang Laboratorium, kecuali untuk praktikum.
SELAMA PRAKTIKUM
1. Tidak diperkenankan
bekerja menurut kemauan sendiri
2. Tidak diperkenankan
bersendau gurau dan mengganggu teman lain yang sedang bekerja.
3. Mencoba-coba alat atau bahan praktikum yang
membahayakan diri sendiri atau orang lain.
4. Dilarang mencorat-coret
bangku/ ruang laboratorium.
5. Alat-alat/ bahan praktikum
harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan atau sesuai anjuran guru.
6. Dalam melakukan praktikum,
hendaknya digunakan bahan yang secukupnya.
7. Jika dalam praktikum siswa
merusakkan/ memecahkan alat, maka yang bersangkutan wajib menggantinya.
8. Jika dalam praktikum
terjadi kecelakaan (kena pecahan kaca, terbakar, tertusuk, tertelan bahan
kimia) harap segera melapor kepada guru.
9. Dilarang mencicipi/
memakan sesuatu dalam praktikum kalau guru tidak menyuruh untuk melakukannya.
10. Bertanyalah pada guru apabila
kurang paham tentang praktikum yang akan dilaksanakan.
11. Label/ etiket bahan yang
rusak/ hilang harap segera dilaporkan kepada guru.
12. Jagalah kebersihan dan
buanglah sampah pada tempatnya.
13. Jagalah bermain-main selama
praktikum berlangsung.
14. Menggunakan alat-alat /
bahan-bahan kimia diluar petunjuk praktiku tanpa izin guru pembimbing
15. Mencoba-coba mencampurkan zat
-zat kimia yang tersedia tanpa seizin guru pembimbing atau yang tidak sesuai
dengan buku petunjuk praktikum
16. Membuang sampah yang tidak
larut dibak cuci sebab akan menyumbat saluran. Buanglah sampah ditempat sampah.
SETELAH PRAKTIKUM
1. Cuci tangan setelah
praktikum berakhir.
2. Setelah selesai praktikum,
alat-alat/ bahan hendaknya dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan lengkap,
bersih dan siap pakai.
3. Sebelum meninggalkan ruang
Laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih, kursi diletakkan
diatas meja, kran air dan gas ditutup rapat, kontak listrik dicabut.
4. Dilarang membawa alat-alat
dan bahan laboratorium ke luar laboratorium tanpa seijin guru atau petugas.
5. Membuat laporan sementara
(data percobaan) dan di paraf oleh guru / laboran
6. Membuat laporan lengkap
seminggu setelah percobaan dan menyerahkan kepada guru pembimbing, sebelum
pelaksanaan praktikum selanjutnya.
BAGI GURU
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata
tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahakah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan
bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk
kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larangan agar kegiatan berhasil
sesuai tujuan.
11. Kotak P3 K selalu tersedia dan terawat, dan guru harus mampu
menggunakan isi kotak P3K itu.
12. Matikanlah semua lampu yang tidak digunakan, apabila akan
meninggalkan Laboratorium.
13. Guru harus mengatur suasana kegiatan dalam laboratoraium IPA
dinamis, tidak gaduh, dan tertib.
14. Usahakan agar laboratorium digunakan sesuai dengan jadwal, dan
seefisien mungkin.
16. Menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan
pada buku kegiatan harian lab

2.4 Kontrak Keselamatan Laboratorium
Nuryani R. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang : Universitas Negeri Malang
donwload makalah
https://drive.google.com/file/d/1LreYqdBF6I3doihx2tjlC21N03i2sXDm/view?usp=sharing
donwload makalah
https://drive.google.com/file/d/1LreYqdBF6I3doihx2tjlC21N03i2sXDm/view?usp=sharing
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Sumber : Goggle terlihat pada tabel bahwa pada ruang kerja/ belajar, tingkat pencahyaan yang diperlukan ialah sekitar 120-205 lux. nah p...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses pembelajaran adalah dua sisi proses yang muncul secara signifikan. Proses pembelajaran ak...
-
apakah anda pernah merasakan bahwa teriknya matahari pada siang hari pada tahun 2003 dengan tahun 2019 ini berbeda? manakah Yang lebih pana...






