Rabu, 03 Februari 2021

SPSS Langsung Gunakan tanpa install (Compability)

Pastikan java pada PC anda telah terinstall..

 
DONWLOAD

 Setelah  donwload file diatas, maka carilah file "stats.exe" dan langsung klik pada file tersebut. maka SPSS akan berjalan


Jika belum memiliki java, bisa akses link dibawah ini untuk donwload java. 
Donwload Java

Kamis, 01 Oktober 2020

Install filmora9

 Untuk link download ada dibawah ini ya.. 

Untuk cara install sudah termasuk dalam satu file

Donwload filmora9


Terimakasih

Kamis, 03 September 2020

POTO BERSAMA

030920 kebersamaan baru yang muncul setelah sekian lama pada pergi ke kampung halaman. Semoga bisa menjadi kenangan yang tak kan terlupakan.

 

 

Link DOnwload 

Selasa, 31 Maret 2020

FILE RPP dan lain lain

untuk mendownload silahkan klik dibawah.. untuk password silahkan melampirkan email di kolom komentar

donwload

Selasa, 03 Desember 2019

Kunjungan depot di Valencia dan kemajuan


Kunjungan dan survey ke depot air di mendalo ( kemajuan dan Valencia

Bagaimana cara pembunuhan kuman pada pengolahan air minum isi ulang?
Jawaban :
Berdasarkan hasil survey yang telah saya lakukan dibeberapa depot air minum isi ulang yang berada di Mendalo yaitu Kemajuan dan Valencia. Pada depot pertama didaerah kemajuan menggunakan air baku berupa air sumur bor. Sedangkan depot kedua di daerah Valencia menggunakan air baku berupa air PDAM.
Untuk cara pembunuhan kuman pada kedua depot tersebut menggunakan bantuan sinar UV(Ultraviolet). Dimana cara kerja alat sinar UV ialah ketika sinar ultraviolet melepaskan foton yang diserap oleh DNA mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan DNA sehingga proses replikasi DNA akan terhambat. Pada keadaan ini, mikroorganisme akan mati secara perlahan karena tidak dapat mengatur metabolisme sel dan tidak dapat berkembang biak.

Apa saja informasi yang telah kami dapatkan?

2.      Berapa pH air didepot tersebut dan bagaimana cara pengaturannya?
Jawaban :
Hasil Uji Laboratorium salah satu depot
Depot ke-
Daerah
pH
1
Kemajuan
7,2
2
Valencia
6,9

Untuk cara pengukuran dan pengaturan pH, para pemilik depot tidak mengetahui secara pasti bagaimana cara pengukurannya menggunakan bahan apa. Namun pemilik mengatakan pengukuran pH dilakukan oleh pihak BPOM yang dilakukan setiap 6 bulan sekali.

3.      Apa saja Mineral yang terkandung didalam air gallon dan fungsi dari masing-masing mineral?
Jawaban :
Filter Air


a.      KALSIUM
Fungsinya:
Menjaga kesehatan tulang dan gigi
Memiliki peran penting dalam proses kontraksi
Memiliki peran dalam relaksasi otot dan pembekuan darah
Menunjang imunitas tubuh

b.      SODIUM
Fungsinya:
Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh
Berperan sebagai alat angkut zat gizi
Menopang transmisi saraf, absorpsi glukosa dan kontraksi otot

c.       KALIUM
Fungsinya:
Membantu pembentukan organ dalam tubuh dan jaringan
Membantu pembentukan sel

d.      BIKARBONAT
Fungsinya:
Mendukung proses pencernaan dalam perut
Memelihara keseimbangan keasaman darah

e.       FLUORIDA
Fungsinya:
Menjaga kekuatan tulang
Menjaga gigi dari pembentukan karies

f.       NATRIUM
Fungsinya:
Menjaga keseimbangan cairan tubuh

g.      ZINC
Fungsinya:
Membantu kerja enzim dalam tubuh
Menjaga daya tahan tubuh dan fungsi saraf otak

h.      MAGNESIUM
Fungsinya:
Sebagai zat pembentuk sel darah merah

Rabu, 23 Oktober 2019

Pemanasan Global

apakah anda pernah merasakan bahwa teriknya matahari pada siang hari pada tahun 2003 dengan tahun 2019 ini berbeda? manakah Yang lebih panas?


ya.. tepat sekali pada tahun 2019 inilah yang lebih panas. Lalu, mengapa hal itu terjadi? yuk kita bahas...

apakah anda sering mendengar kata Pemanasan Global ? apa sih pemanasan global tu? 

  • kata Wikipedia Pemanasan Global ialah proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. 
  • kata lingkungan hidup.co Pemanasan Global adalah kondisi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih. 
  • kata studio belajar Pemanasan Global adalah memanasnya iklim bumi secara umum.
nah dari ketiga sumber tersebut dapat kita simpulkan bahwa Pemanasan Global adalah naiknya/ meningkatnya derajat kepanasan yang tejadi pada atmosfer, permukaan bumi dan juga laut akibat gas rumah kaca yang berlebih. 

lalu apa saja gas rumah kaca itu? gas rumah kaca adalah penyumbang terbesar dari pemanasan global ini. apa saja bentuk kontribusi gas rumah kaca?  setiap penyebab bertambahnya efek rumah kaca juga berkontribusi langsung terhadap pemanasan global seperti:
  1. Sumber energi. Pembangkit listrik terbesar adalah dengan menggunakan batu bara dan minyak bumi.
  2. Transportasi. Karena kendaraan menggunakan bahan bakar fosil, maka gas yang dihasilkan adalah berupa CO2  . gas ini juga merupakan penyumbang dari pemanasa global.
  3. Industi ternak sapi. Hal ini yang dimaksud adalah gas yang dibuang oleh sapi yaitu metana yang merupakan dampak dari pemanasan global
  4. Industri Pertanian. Pupuk yang digunakan melepas gas nitrous oksida yang merupakan dampak dari pemanasan global
  5. limbah indsutri dan rumah tangga. 

Mengukur Kebisingan di Jalan Raya

Kebisingan merupakan tingkat bunyi yang tidak dikehendaki, merupakaan sumber bahaya.
pada kali ini dilakukan pengukuran di tepi jalan raya.

untuk menentukan kebisingan dapat ditentukan dengan rumus :


Ket: Leq = Tingkat kebisingan ekivalen
N = Jumlah total sampel
ni = Tingkatan sampel
Li = SPL sampel ke i

hasil data

5 74
10 72
15 68
20 69
25 68
30 64
35 66
40 73
45 72
50 65
55 71
60 73
65 72
70 70
75 75
80 79
85 70
90 70
95 67
100 75
105 69
110 76
115 78
120 70
125 68
130 66
135 59
140 63
145 68
150 68
155 73
160 69
165 74
170 71
175 67
180 70
185 77
190 74
195 74
200 70
205 69
210 66
215 74
220 72
225 67
230 71
235 78
240 69
245 69
250 79
255 76
260 70
265 77
270 73
275 75
280 76
285 78
290 82
295 83
300 78

L20 = 83 dBA n = 1 L19 = 82 dBA n = 1 L18 = 79 dBA n = 2 L17 = 78 dBA n = 4 L16 = 77 dBA n = 2 L15 = 76 dBA n = 3 L14 = 75 dBA n = 3 L13 = 74 dBA n = 5 L12 = 73 dBA n = 4 L11 = 72 dBA n = 4 L10 = 71 dBA n = 3 L9 = 70 dBA n = 7 L8 = 69 dBA n = 6 L7 = 68 dBA n = 5 L6 = 67 dBA n = 3 L5 = 66 dBA n = 3 L4 = 65 dBA n = 1 L3 = 64 dBA n = 1 L2 = 63 dBA n = 1 L1 = 59 dBA n = 1

Leq= 10 Log [ . 1 60 (2614806879)]
      = 10 Log (43580114, 6)
      = 76, 39 dB


Mengukur Intensitas Cahaya Pada Ruang Belajar


Sumber : Goggle

terlihat pada tabel bahwa pada ruang kerja/ belajar, tingkat pencahyaan yang diperlukan ialah sekitar 120-205 lux. nah pada kali ini saya akan mencoba mengukur intensitas pada ruangan dimana saya belajar.

Percobaan Pertama

Percobaan 2

Percobaan 3
dari ketiga percobaan tersebut nilau rata-rata lux adalah (14+17+16)/3 yaitu 15,67. hasil yang diperoleh sangat jauh berbeda dengan standar yang diharapkan. hasil yang diperoleh hanya ((120-15,67)/120)x 100% = 0,87% dari standar yang diharapkan

Rabu, 02 Oktober 2019

Reklamasi dan Rehabilitasi Tanah Akibat Tsunami


 Reklamasi dan Rehabilitasi Tanah Akibat Tsunami


  
           Kecamatan Lhoknga adalah wilayah kabupaten Aceh Besar yang pada saat 26 Desember 2004 silam yang mengalami tsunami besar. Tsuanami tersebut termasuk kategori wilayah kerusakan yang parah dengan intensitas kerusakan antara 60-75%. Sebagian besar areal pertanian terutama lahan persawahan, peka-rangan, dan tegalan, tidak dapat difungsikan lagi karena telah tertimbun oleh sampah dan sedimen serta bahan-bahan reruntuhan Gedung atau perumahan. Masalah utama yang berhubungan dengan kualitas lahan yang terkena dampak tsunami adalah meningkatnya salinitas tanah, ketebalan sedimen, menurunnya kualitas air, dan buruknya sistem sanitasi lingkungan. hasil investigasi terhadap dampak dan analisis sifat-sifat tanah, maka pola pemanfaatan lahan pertanian di Kecamatan Lhoknga dapat diarahkan sebagai berikut :

Lahan Kelas A (Low damaged area)
Kelas ini memiliki skor di bawah 8. Lahan dengan kelas ini dianggap tidak ada masalah yang utama di dalam reklamasi. Pencucian garam dapat dilakukan dengan cepat melalui curah hujan atau melalui pengaliran air permukaan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lahan ini segera dapat dimanfaatkan kembali untuk lahan pertanian dalam waktu kurang dari 3 bulan tanpa intervensi yang berat.
Ø  Rehabilitas tanah : Untuk menurunkan dan mengurangi tingkat salinitas tanah dapat digunakan bahan amelioran seperti CaSO4, pupuk kandang, dan S elementer.
Lahan Kelas B (Medium damaged area)
Lahan dengan kelas ini memerlukan intervensi khusus dalam mereklamasi tanah untuk mengemba-likan sifat-sifat permukaan lahan (permukaan lahan, lumpur, sedimen). Pencucian garam memerlukan air dalam jumlah yang banyak baik melalui curah hujan atau pemanfaatan air dari sumber-sumber yang lain. Tanpa rehabilitasi, lahan ini praktis tidak dapat dimanfaatkan.

Ø  Rehabilitas Tanah : Lapisan sedimen peril dipertimbangkan untuk dibuang dari lapisan tanah atas; perlu pencucian garam pada lapisan atas dari profil tanah dengan air dari saluran irigasi dalam waktu dan jumlah air yang banyak; perlu pembuatan bedengan untuk penanaman agar memudahkan daam pengelolaan kelebihan garam/salinitas. Contoh penanaman yang disarankan adalah terong, cabai, kacang tanah, padi, rumput gajah, nenas dan kelapa.

Lahan Kelas C (Highly damaged area)
Untuk kategori ini terdapat banyak rintangan untuk memperbaikinya dan mungkin tidak dapat ditanam pada musim berikutnya. Pada beberapa kasus, pemanfaatan lahan ini perlu didiskusikan lebih lanjut untuk kemungkinan dilakukan konversi ke penggunaan lainnya atau perlu dicari alternatif yang lain atau reorientasi.
Ø  Rehabilitasi Tanah : perlu pencucian garam pada lapisan atas dari profil tanah dengan air dari saluran irigasi dalam waktu dan jumlah air yang banyak; perlu pembuatan bedengan untuk penanaman agar memudahkan daam pengelolaan kelebihan garam/salinitas; perlu dipertimbangkan konversi penggunaan ke bidang lain seperti usaha perikanan darat, atau tanaman keras yang toleran seperti mangrove atau kelapa

Berikut ini ialah rencana reklamasi atau rehabilitasi tanah (lahan) akibat tsunami di Aceh :

A. Untuk Tanaman Padi Sawah
Ø  Bersihkan permukaan lahan dari sampah dan kotoran yang tertimbun tsunami
Ø  Bagi lahan kepada petakan-petakan sawah seluas kira-kira 25 m x 50 m atau 1.250 m2 per petak.
Ø  Buat parit-parit pembuang sedalam 40 cm dengan lebar sekitar 30 cm di sekitar petakan sawah untuk pencucian garam pada permukaan lahan
Ø  Lakukan pencucian garam dengan mengalirkan air irigasi yang tersedia. Jumlah/volume kebutuhan pencucian garam dan lamanya genangan perlu diteliti lebih jauh di lapangan dengan menggunakan metode Leaching requirement (Ayers, 1994).
Ø  Pada lahan kelas B, pencucian dapat dilakukan berkali-kali, kemudian perlu diberi bahan amelioran berupa gipsum (CaSO4) dengan dosis berkisar antara 2,0-5,0 ton ha-1.
Ø  Setelah pencucian (ECs <0,50 mS cm-1), lakukan pengolahan tanah sesuai keperluan
Ø  Lahan siap ditanam, dan dianjurkan menggunakan padi yang toleran dengan lahan salin (mis. IR-64).

B. Untuk Tanaman Lahan Kering Setahun (Palawija)
Ø  Bersihkan permukaan lahan dari sampah dan kotoran yang tertimbun tsunami
Ø  Buat pematang/bedengan tanam dengan dimensi lebar 30-60 cm dan kedalaman sekitar 40 cm dengan panjang sekitar 40-50 m.
Ø  Alirkan air irigasi hingga menggenangi areal tanam/bedengan dan biarkan hingga semalam.
Ø  Besok harinya, keringkan areal untuk mencuci kelebihan garam pada lapisan permukaan lahan. Ulangi pencucian hingga salinitas < 0,50 mS cm-1.
Ø  Untuk mengefektifkan pencucian, tambahkan bahan amelioran gipsum (CaSO4) dengan dosis berkisar antara 2,0-5,0 ton ha-1.
Ø  Setelah pencucian (ECs <0,50 mS cm-1), lakukan pengolahan tanah
Ø  Lahan siap ditanam dan dianjurkan menggunakan tanaman-tanaman yang toleran dengan lahan salin (misal: terong, kapas, cabai, kacang tanah, ubi kayu, semangka, selada, bawang, dan sejenisnya).
C. Untuk Tanaman Lahan Kering Tahunan
Ø  Untuk tanaman tahunan yang toleran salinitas seperti kelapa, setelah dilakukan pembersihan lahan, tanaman ini siap ditanam dengan jarak tanam tertentu tanpa perlu upaya rehabilitasi/reklamasi.
Ø  Namun, jika diinginkan dengan tanaman yang tidak toleran, maka upaya reklamasi seperti pencucian, pemberian, gipsum (CaSO4), dan pupuk kandang tetap diperlukan.
Ø  Untuk tanaman mangrove, tidak perlu perbaikan lahan yang berarti kecuali pada teknis penanaman saja yang perlu disesuaikan. 


Terimakasih.. 

sumber : 
Syakur, Basri H., Sufardi & Hatta M. 2012. Sifat Tanah dan Air yang Terpengaruh Tsunami di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Flotarek. (7). 1-12.

Rabu, 04 September 2019

HUJAN BUATAN



Bahan yang diperlukan untuk membuat hujan buatan adalah Urea, NaCl, dan CaCl.
  • Urea digunakan untuk mengumpulkan awan-awan kelompok kecil menjadi kelompok besar. 
              Urea + H2O —- ion-ion – 425 K Cal (endoterm)
  • NaCl dan CaCl adalah kumpula garam-garam itu di udara yang akan berperan sebagai titik pangkal pembentukan uap-uap atmosphere pada awan.
              NaCl + H2O —- ion-ion + 910 K Cal (eksoterm)
              CaCl2 + H2O — ion-ion + 915 K Cal (eksoterm)

Proses terbentuknya hujan buatan diawali dengan penaburan garam (NaCl dan CaCl) pada awan. tidak semua awan bisa ditaburkan agar bisa terjadi hujan buatan, hanya awan cumulus. Untuk mempercepat turunnya hujan buatan dengan memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi. Garam-garaman seperti NaCl dan CaCl2 dalam bentuk bubuk dengan hole 10-50 mikron, ternyata cukup higroskopis jika disebarkan di udara. Garam-garam itu di udara akan berperan sebagai titik pangkal pembentukan uap-uap atmosphere pada awan. Pembentukan butir-butir atmosphere juga dapat dilakukan dengan penyebaran garam-garaman tersebut.Tindakan selanjutnya adalah penaburan bubuk urea yang dilakukan beberapa jam setelah penyebaran garam-garaman tadi atau setelah tumbuh awan-awan kecil secara berkelompok pada beberapa beberapa tempat. Bubuk urea selain dapat membentuk awan lebih lanjut, juga bersifat endotermi (menyerap panas) yang sangat baik bila bereaksi dengan atmosphere atau uap air. Penyebaran bubuk urea di siang hari dapat mendinginkan lingkungan sekitarnya sehingga kelompok-kelompok kecil awan segera bergabung menjadi kelompok-kelompok besar.

Agar tepat sasaran, penyebaran sebaiknya dilakukan pada ketinggian 4000-7000 kaki dan juga dengan perhitugan arah mata angin. untuk penyebaran garam lebih baik dilakukan pada pukum 07.30 karena pada saat inilah proses pembentukan awan berlangsung. setelah garam yang ditabur terbentuk awan-awan kelompok kecil, pada pukul 12.00 ditaburkan urea agar awan kecil tersebut menjadi kelompok awan besar yang kehitam-hitaman. Perhitungan lainnya yang harus diperhatikan adalah faktor cuaca yang memenuhi persyaratan, yaitu yang mengandung uap atmosphere dengan kelembapan minimal 70%. Kelembapan harus memadai sehingga waktu inti kondensasi (NaCl dan CaCl2) disebarkan akan segera terjadi kondensasi. Kecepatan angin juga di daerah itu sekitar 10 knots dan tak terdapat lapisan inversi di udara.

Mengapa harus berbahan dasar garam. Karena Sifat NaCl (garam dapur): berbentuk kristal, mudah larut dalam atmosphere (36 g/100 ml atmosphere daripada 20°C), dalam bentuk bubuk bersifat higroskopis, banyak terdapat di udara (dari atmosphere laut), campuran NaCl dengan es cair mencapai -20°C. Sedangkan CaCl2 adalah berbentuk kristal.
Garam dapur yang dimaksud bukanlah garam meja, tetapi adalah garam yang mempunyai sifat higroskopis yang jauh lebih besar daripada garam meja, sehingga garam meja tak dapat digunakan.

Rabu, 31 Juli 2019

Senin, 10 Desember 2018

Keselamatan Kerja

Jenis-jenis bahaya, Tata tertib Laboratorium, dan kontrak keselamatan kerja
PPT
https://drive.google.com/file/d/1m0oOnU3ie8iZqj8jSvTM2uwIalmhdVqt/view?usp=sharing

Video
https://www.youtube.com/watch?v=aqC8ZFvoBD4&feature=youtu.be

MAKALAH PENGELOLAAN LABORATORIUM “KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM”


MAKALAH PENGELOLAAN LABORATORIUM
KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM


Dosen Pengampu        : Rahmadani, S.Pd., M.Pd

KELOMPOK 4
1.      Dany Tri Krismawanti                                   (A1C317001)
2.      Sri Sukma Ajeng Ningtyas                            (A1C317003)
3.      Alexander Yudha Abimantara                       (A1C317029)
4.      Irene Fannysah Naibaho                                (A1C317065)
5.      Nur Sela Felia Sari                                         (A1C317057)
6.      Dinda Aura Natasya                                       (A1C317077)

PRODI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PNEDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018

KATA PENGANTAR

            Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mengizinkan penulis untuk membuat sebuah makalah Pengelolan laboratorium  tentang keselamatan kerja laboratorium karena ridhanya lah penulis dapat menerbitkan makalah ini.
            Tidak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT dan dan dosen pengampu ibu Rahmadani, S.Pd.,M.Pd. dan orang-orang yang telah mendukung.
Dalam penulisan makalah ini penulis mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang baru, dan penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu masukan dan saran sangat penulis perlukan untuk makalah ini.
Penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya dan jadi pedoman bagi yang membacanya.
Wallahu a’lam bi al-shawab

Jambi,   November 2018

     PENULIS








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau Praktikan, dosen, dan peneliti melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan .
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan kesadaran terhadap keselamatan dan bahaya kerja dilaboratorium.Telah banyak terjadi kecelakaan ataupun menderita luka baik yang bersifat luka permanen, luka ringan, maupun gangguan kesehatan dalam yang dapat menyebabkan penyakit kronis maupun akut, serta kerusakan terhadap fasilitas – fasilitas dan peralatan penunjang Praktikum yang sangat mahal harganya. Semua kejadian ataupun kecelakaan kerja di laboratorium sebenarnya dapat dihindari dan diantisipasi jika para Praktikan mengetahui dan selalu mengikuti prosedur kerja yang aman di laboratorium.
Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Keamanan laboratorium merupakan hal yang penting, sebagai upaya keselamatan dalam melaksanakan pemeriksaan/praktikum di laboratorium, dengan tujuan melindungi pekerja/praktikan dan orang disekitarnya dari resiko terkena gangguan kesehatan yang ditimbulkan laboratorium.
Keselamatan kerja dalam Laboratorium Fisika Keselamatan Keselamatan kerja di laboratori laboratorium um adalah menyangkut keselamatan keselamatan orang yang melakukan melakukan kegi kegiat atan an di labor laborat ator orium ium dan dan kese kesela lama mata tan n alat alat-al -alat at labor laborat ator orium ium yang yang digu diguna nakan kanny nya. a. Kesela Keselamat matan an kerja kerja di labora laborator torium ium perlu perlu diperh diperhati atikan kan dalam dalam rangka rangka mencega mencegah  terjadi terjadiny inyaa kecelakaan kerja bagi orang yang melakukan kegiatan atau perkerjaan di laboratorium dan mencegah terjadinya kerusakan alat laboratorium yang digunakannya. Untuk mencegah terjadinya terjadinya kecelakaan kecelakaan kerja akibat kesalahan kesalahan cara dan prosedur prosedur melakukan tata tertib tertib laboratori  pekerjaan, maka perlu diadakan tata laboratorium um dan  pedoman kegiatan laboratorium yang yang jelas, jelas, sedangk sedangkan an untuk untuk menceg mencegah ah terjad terjadiny inyaa kerusa kerusakan kan alat-a alat-alat lat labora laborator torium ium akibat akibat manual pengguna penggunaan an alat alat dan  penuntun percobaan, kesalahan kesalahan pengoperasian pengoperasian alat-alat alat-alat maka manual harus selalu tersedia bagi setiap yang akan menggunakan alat-alat itu. Akan tetapi, walaupun segala upaya telah dilakukan, kecelakaan kerja dan kerusakan alat tetap bisa terjadi. Untuk  mengatasi mengatasi kecelakan kerja dan kerusakan kerusakan alat yang terjadi maka diperlukan alat keselamatan, dan alat-alat untuk perbaikan.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja jenis bahaya pada percobaan fisika ?
2. Bagaimana tata tertib guru dan siswa di dalam laboratorium ?
3. Apa saja yang terdapat dalam kontrak keselamatan kerja laboratorium ?
4. Bagaimana prosedur bekerja yang aman di laboratorium ?

1.3 Tujuan
1.Dapat mengetahui jenis bahaya pada percobaan fisika
2. Dapat mengetahui tata tertib guru dan siswa di dalam laboratorium
3. Dapat mengetahui kontrak keselamatan kerja laboratorium
4. Dapat mengetahui prosedur bekerja yang aman di laboratorium









BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keselamatan Kerja Laboratorium
Keselamatan dan Keamanan Kerja atau laboratory safety (K3) memerlukan perhatian khusus , karena penelitian menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja dengan intensitas yang mengkawatirkan yaitu 9 orang/hari . Oleh karena itu K3 seyogyanya melekat pada pelaksanaan praktikum dan penelitian di laboratorium.
Laboratorium adalah tempat staf pengajar, mahasiswa dan pekerja lab melakukan eksprimen dengan bahan kimia alat gelas dan alat khusus. Penggunaan bahan kimia dan alat tersebut berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Pada umumnya kecelakan kerja penyebab utamanya adalah kelalaian atau kecerobohan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan cara membina dan mengembangkan kesadaran (attitudes) akan pentingnya K3 di laboratorium.
Keselamatan Kerja di Laboratorium, perlu diinformasikan secara cukup (tidak berlebihan) dan relevan untuk mengetahui sumber bahaya di laboratorium dan akibat yang ditimbulkan serta cara penanggulangannya. Hal tersebut perlu dijelaskan berulang ulang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan yg dimaksud termasuk orang yg ada disekitarnya.
2.2 Jenis Bahaya Pada Percobaan Fisika
Bahaya adalah sumber, situasi, atau tindakan yang dapat berpotensi menimbulkan cidera atau penyakit atau kombinasi keduanya. Bekerja di laboratorium mengandung bahaya berupa kecelakaan. Kecelakaan yamg sering terjadi di laboratorium berupa kebakaran, kesakitan, kematian dan kerugian akibat kecelakaan ataupun kerusakan peralatan laboratorium.

Untuk menghindari dan meminimalkan kemungkinan terjadinya potensi bahaya di tempat kerja,  Pengenalan potensi bahaya di tempat kerja merupakan dasar untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tenaga kerja, serta dapat dipergunakan untuk mengadakan upaya-upaya pengendalian dalam rangka pencegahan penyakit akibat kerja yang mungkin terjadi. Secara umum, potensi bahaya lingkungan kerja dapat berasal atau bersumber dari berbagai faktor, antara lain : 1) faktor teknis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau terdapat pada peralatan kerja yang digunakan atau dari pekerjaan itu sendiri; 2) faktor lingkungan, yaitu potensi bahaya yang berasal dari atau berada di dalam lingkungan, yang bisa bersumber dari proses produksi termasuk bahan baku, baik produk antara maupun hasil akhir; 3)faktor manusia, merupakan potensi bahaya yang cukup besar terutama apabila manusia yang melakukan pekerjaan tersebut tidak berada dalam kondisi kesehatan yang prima baik fisik maupun psikis.

A.      Jenis-jenis Bahaya dalam Laboratorium
Menurut Nuryani R (2005 : 142) jenis-jenis bahaya dalam laboratorium diantaranya adalah ;
a.       Kebakaran, sebagai akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik, aseton, benzene, etil alcohol, etil eter, dll.
b.      Ledakan, sebagai akibat reaksi eksplosif dari bahan-bahan reaktif seperti oksidator.
c.       Keracunan bahan kimia yang berbahaya, seperti arsen, timbal, dll.
d.      Iritasi yaitu peradangan pada kulit atau saluran pernapasan dan juga pada mata sebagai kontak langsung dengan bahan-bahan korosif.
e.       Luka pada kulit atau mata akibat pecahan kaca, logam, kayu dll
f.       Sengatan listrik.





B. Beberapa sumber bahaya dalam percobaan fisika di laboratorium dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Aliran Listrik
Penggunaan peralatan dengan daya yang besar akan memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan kerja. Beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain:
(1). Pemakaian safety switches yang dapat memutus arus listrik jika penggunaan melebihi limit/batas yang ditetapkan oleh alat.
(2). Improvisasi terhadap peralatan listrik harus memperhatikan standar keamanan dari peralatan.
(3). Penggunaan peralatan yang sesuai dengan kondisi kerja sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan kerja.
(4) Berhati-hati dengan air. Jangan pernah meninggalkan perkerjaan yang memungkinkan peralatan listrik jatuh atau bersinggungan dengan air. Begitu juga dengan semburan air yang langsung berinteraksi dengan peralatan listrik.
(5). Berhati-hati dalam membangun atau mereparasi peralatan listrik agar tidak membahayakan penguna yang lain dengan cara memberikan keterangan tentang spesifikasi peralatan yang telah direparasi.
(6). Pertimbangan bahwa bahan kimia dapat merusak peralatan listrik maupun isolator sebagai pengaman arus listrik. Sifat korosif bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan pada komponen listrik.
(7). Perhatikan instalasi listrik jika bekerja pada atmosfer yang mudah meledak. Misalnya pada lemari asam yang digunakan untuk pengendalian gas yang mudah terbakar.
(8). Pengoperasian suhu dari peralatan listrik akan memberikan pengaruh pada bahan isolator listrik. Temperatur sangat rendah menyebabkan isolator akan mudah patah dan rusak. Isolator yang terbuat dari bahan polivinil clorida (PVC) tidak baik digunakan pada suhu di bawah 0 ºC. Karet silikon dapat digunakan pada suhu –50 ºC. Batas maksimum pengoperasian alat juga penting untuk diperhatikan. Bahan isolator dari polivinil clorida dapat digunakan sampai pada suhu 75 ºC, sedangkan karet silikon dapat digunakan sampai pada suhu 150 ºC.
     
      b. Keracunan
Keracunan akibat penyerapan zat kimia beracun (toxic) baik melalui oral maupun kulit. Keracunan dapat bersifat akut atau kronis. Akut artinya dapat memberikan akibat yang dapat dilihat atau dirasakan dalam waktu singkat. Misalnya, keracunan fenol dapat menyebabkan diare dan keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan pingsan atau kematian dalam waktu singkat.  Kronis artinya pengaruh dirasakan setelah waktyang lama, akibat  penyerapan bahan kimia yang terakumulasi terus menerus. Contoh menghirup udara benzena, kloroform, atau karbon tetraklorida terus menerus dapat menyebabkan sakit hati (lever). Uap timbal dapat menyebabkan kerusakan dalam darah.

c. Api
Hampir semua laboratorium atau industri menggunakan bahan kimia dalam berbagai variasi penggunaan termasuk proses pembuatan, pemformulaan atau analisis. Cairan mudah terbakar yang sering digunakan dalam laboratorium atau industri adalah hidrokarbon. Bahan mudah terbakar yang lain misalnya pelarut organik seperti aseton, benzen, butanol, etanol, dietil eter, karbon disulfida, toluena, heksana, dan lain-lain. Para pekerja harus berusaha untuk akrab dan mengerti dengan informasi yang terdapat dalam Material Safety Data Sheets (MSDS). Dokumen MSDS memberikan penjelasan tentang tingkat bahaya dari setiap bahan kimia, termasuk di dalamnya tentang kuantitas bahan yang diperkenankan untuk disimpan secara aman.
Sumber api yang lain dapat berasal dari senyawa yang dapat meledak atau tidak stabil. Banyak senyawa kimia yang mudah meledak sendiri atau mudah meledak jika bereaksi dengan senyawa lain. Senyawa yang tidak stabil harus diberi label pada penyimpanannya. Gas bertekanan juga merupakan sumber kecelakaan kerja akibat terbentuknya atmosfer dari gas yang mudah terbakar.
Kebakaran merupakan salah satu bahaya di laboratorium. Berdasarkan klasifikasi oleh NFPA (National Fire Protection Agency), api dapat diklasifikasikan menjadi:
1.      Kelas A, yaitu jenis api biasa yang berasal dari kertas, kayu, atau plastic yang terbakar
2.      Kelas B, yaitu jenis api yang ditimbulkan oleh zat mudah terbakar dan mudah menyala seperti bensin, kerosin, pelarut organic umum yang digunakan di laboratorium.
3.      Kelas C, yaitu jenis api yang timbul dari peralatan listrik
4.      Kelas D, yaitu jenis api yang timbul dari logam mudah menyala seperti magnesium, titanium, kalium, dan natrium.

Jika terjadi kebakaran, alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) yang digunakan harus disesuaikan dengan penyebab timbulnya api. Beberapa jenis pemadam kebakaran yang dapat digunakan adalah:
1.      Air (water extinguisher); Sangat cocok untuk api kelas A, tetapi tidak cocok untuk api kelas B, C, dan D.
2.      Uap air (watermist extinguisher); Sangat cocok untuk api kelas A dan C
3.      Bahan kimia kering (dry chemical extinguisher); Sangat berguna untuk api kelas A, B,  dan C dan merupakan pilihan terbaik untuk semua jenis kebakaran. Jenis dray chemical extinguisher yang digunakan adalah:
a)       Untuk api kelas B dan C, bahan kimia yang digunakan mengandung natrium atau kalium karbonat
b)       Untuk api kelas A, B, dan C, bahan kimia yang digunakan mengandung ammonium fosfat
4.      Karbondioksida (CO2 extinguisher); Dipergunakan bagi api kelas B dan C pemadaman kebakaran dari karbondioksida lebih baik dari dry chemichhal karena tidak meninggalkan zat berbahaya sesudahnya. Paling baik digunakan untuk api yang berasal dari listrik.
5.      Personal Protective Equipment (PPE); Perlengkapan pelindung individu (personal protective equipment) yang umumnya harus digunakan adalah jas laboratorium, sarung tangan, masker, sepatu pengaman, dan pelindung mata.

2.3 Tata tertib guru dan siswa di dalam laboratorium

SEBELUM PRAKTIKUM
1.      Siswa wajib datang tepat waktu.
2.      Siswa tidak diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium tanpa seizin guru.
3.      Siswa diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium setelah semua peralatan siap dan dalam kondisi layak digunakan.
4.      Siswa yang terlambat kurang dari 15 menit diperkenankan memasuki Laboratorium setelah mendapat izin dari guru.
5.      Siswa yang terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan memasuki Laboratorium (kecuali alasan tertentu).
6.      Siswa tidak diperkenankan membawa makanan/ minuman ke ruang Laboratorium, kecuali untuk praktikum.

SELAMA PRAKTIKUM
1.      Tidak diperkenankan bekerja menurut kemauan sendiri
2.      Tidak diperkenankan bersendau gurau dan mengganggu teman lain yang sedang bekerja.
3.      Mencoba-coba alat atau bahan praktikum yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.
4.      Dilarang mencorat-coret bangku/ ruang laboratorium.
5.      Alat-alat/ bahan praktikum harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan atau sesuai anjuran guru.
6.      Dalam melakukan praktikum, hendaknya digunakan bahan yang secukupnya.
7.      Jika dalam praktikum siswa merusakkan/ memecahkan alat, maka yang bersangkutan wajib menggantinya.
8.      Jika dalam praktikum terjadi kecelakaan (kena pecahan kaca, terbakar, tertusuk, tertelan bahan kimia) harap segera melapor kepada guru.
9.      Dilarang mencicipi/ memakan sesuatu dalam praktikum kalau guru tidak menyuruh untuk melakukannya.
10.  Bertanyalah pada guru apabila kurang paham tentang praktikum yang akan dilaksanakan.
11.  Label/ etiket bahan yang rusak/ hilang harap segera dilaporkan kepada guru.
12.  Jagalah kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya.
13.  Jagalah bermain-main selama praktikum berlangsung.
14.  Menggunakan alat-alat / bahan-bahan kimia diluar petunjuk praktiku tanpa izin guru pembimbing
15.  Mencoba-coba mencampurkan zat -zat kimia yang tersedia tanpa seizin guru pembimbing atau yang tidak sesuai dengan buku petunjuk praktikum
16.  Membuang sampah yang tidak larut dibak cuci sebab akan menyumbat saluran. Buanglah sampah ditempat sampah.

SETELAH PRAKTIKUM
1.      Cuci tangan setelah praktikum berakhir.
2.      Setelah selesai praktikum, alat-alat/ bahan hendaknya dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan lengkap, bersih dan siap pakai.
3.      Sebelum meninggalkan ruang Laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih, kursi diletakkan diatas meja, kran air dan gas ditutup rapat, kontak listrik dicabut.
4.      Dilarang membawa alat-alat dan bahan laboratorium ke luar laboratorium tanpa seijin guru atau petugas.
5.      Membuat laporan sementara (data percobaan) dan di paraf oleh guru / laboran
6.      Membuat laporan lengkap seminggu setelah percobaan dan menyerahkan kepada guru pembimbing, sebelum pelaksanaan praktikum selanjutnya.

BAGI GURU

1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahakah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larangan agar kegiatan berhasil sesuai tujuan.
10. Alat pemadam kebakaran harus selalu siap pakai.
11. Kotak P3 K selalu tersedia dan terawat, dan guru harus mampu menggunakan isi kotak P3K itu.
12. Matikanlah semua lampu yang tidak digunakan, apabila akan meninggalkan Laboratorium.
13. Guru harus mengatur suasana kegiatan dalam laboratoraium IPA dinamis, tidak gaduh, dan tertib.
14. Usahakan agar laboratorium digunakan sesuai dengan jadwal, dan seefisien mungkin.
16. Menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan pada buku kegiatan harian lab 






2.4 Kontrak Keselamatan Laboratorium



































Nuryani R. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang : Universitas Negeri Malang
donwload makalah

https://drive.google.com/file/d/1LreYqdBF6I3doihx2tjlC21N03i2sXDm/view?usp=sharing